1. Tujuan
Menjelaskan cara memuat barcode dan pengidentifikasi produk lainnya ke SKU yang sudah ada, dalam satu unggahan, menggunakan CSV Produk. Mencakup kolom tempat GTIN ditempatkan, cara membuat file dari katalog Anda sendiri, dan apa yang terjadi jika pengidentifikasi sudah digunakan.
2. Ruang Lingkup
Mencakup penetapan pengidentifikasi pada produk yang sudah ada melalui unggahan CSV Produk. Mengunggah bundel beserta komponennya dibahas dalam SWI-013. Membaca dan mengonfigurasi varian utama dan varian tertaut dibahas dalam SWI-024. Pembuatan produk secara manual tidak dibahas di sini.
3. Peran & Tanggung Jawab
Pemilik merek atau katalog: menyediakan pengidentifikasi dan menentukan kode mana yang termasuk ke SKU mana.
Pemimpin operasional: menjalankan unggahan dan menyelesaikan baris yang ditolak oleh sistem.
Dukungan: mengonfirmasi pengidentifikasi mana yang sudah terisi sebelum pekerjaan dimulai.
4. Kapan Anda Membutuhkan Ini
Barcode sedang diperkenalkan ke katalog yang dibuat tanpa barcode.
Pindai untuk kemas, atau langkah pemindaian apa pun, memerlukan kode pada SKU yang belum memilikinya.
Saluran ritel atau marketplace telah menerbitkan GTIN yang harus dicocokkan dengan SKU yang sudah ada.
Pemasok telah mengubah kode pada suatu produk dan sekumpulan SKU perlu diperbarui sekaligus.
5. Konsep Utama: GTIN adalah Kumpulan Kode, dan Barcode adalah Tempat Penyimpanannya
Yang diasumsikan pengguna | Yang sebenarnya terjadi |
|---|---|
Ada kolom GTIN yang perlu diisi. | Tidak ada kolom bernama GTIN. GTIN dimasukkan ke kolom barcode , yaitu kode yang dibaca oleh pemindai. UPC dan EAN hanyalah format GTIN, dan masing-masing memiliki kolomnya sendiri jika Anda ingin nilainya disimpan secara terpisah. |
Unggahan memerlukan setiap kolom diisi. | Hanya sku yang diperlukan untuk memperbarui produk yang sudah ada. File dengan dua kolom, sku dan barcode, merupakan unggahan yang lengkap dan valid. |
Sel kosong akan menghapus nilai yang sudah ada. | Sel kosong diabaikan. Apa pun yang Anda biarkan kosong tetap menyimpan nilai yang sudah ada sebelumnya. |
Unggahan menggantikan seluruh katalog. | Baris dicocokkan berdasarkan SKU dan diperbarui di tempat yang sama. SKU yang belum ada diperlakukan sebagai produk baru, dan hanya dalam kondisi itu nama produk diperlukan. |
Satu SKU hanya dapat menyimpan satu kode. | Satu SKU menyimpan satu barcode utama ditambah sejumlah alias barcode, yang merupakan tempat untuk kode lama, kode sekunder, serta kode pemasok atau karton untuk item yang sama. |
Banyak kode untuk satu SKU berarti banyak baris. | Justru sebaliknya. Alias adalah daftar di dalam satu sel, sehingga banyak kode untuk satu SKU cukup ditulis dalam satu baris dengan kode-kode yang dipisahkan oleh titik koma. Satu baris per kode akan menimpa dirinya sendiri sepanjang file. |
Mengunggah alias akan menggantikan alias yang sudah ada. | Alias ditambahkan ke apa yang sudah dimiliki SKU, dan duplikat dihapus. Inilah yang membuat proses unggahan aman dilakukan secara bertahap dan file dapat dijalankan ulang setelah diperbaiki. |
6. Prosedur — ekspor, isi pengidentifikasi, unggah
Buka Produk dari menu dasbor.
Klik Tindakan, lalu Ekspor Semua Produk. File yang diunduh menggunakan kolom yang sama persis dengan yang diharapkan oleh sistem unggahan, sehingga SKU Anda sudah terisi dan tidak ada yang perlu diketik dua kali.
Buka file dan format kolom sku sebagai Teks sebelum melakukan hal lainnya, agar SKU yang diawali angka nol tetap terjaga.
Isi kolom barcode untuk setiap SKU. Gunakan kolom upc, ean, isbn, atau asin juga jika Anda ingin nilai tersebut disimpan secara terpisah.
Masukkan kode lama atau kode sekunder untuk SKU yang sama di barcode aliases, dipisahkan oleh titik koma.
Hapus semua kolom kecuali sku dan kolom pengidentifikasi yang telah Anda isi. Langkah ini opsional, namun membuat file lebih mudah diperiksa.
Simpan sebagai CSV.
Kembali ke halaman Produk, klik Tindakan, lalu Unggah Produk.
Pilih file dan unggah.
Jika Anda lebih memilih memulai dari file kosong daripada dari katalog Anda, jendela unggahan memiliki tombol Unduh Template CSV yang menyediakan kolom yang sama dengan baris contoh di dalamnya.
6A. Memetakan Banyak Kode ke Satu SKU
Ini adalah kasus umum ketika karton, koli, atau label milik pemasok masing-masing memiliki kode tersendiri, tetapi semuanya merujuk ke item yang sama yang Anda simpan. Daftar kode biasanya datang satu kode per baris, dan harus diubah bentuknya sebelum dapat diunggah.
File membutuhkan satu baris per SKU target, bukan satu baris per kode. Masukkan SKU di kolom sku, dan setiap kode yang termasuk di dalamnya di kolom barcode_aliases pada baris yang sama, dipisahkan oleh titik koma tanpa spasi. Satu baris dapat menampung sebanyak kode yang Anda butuhkan.
Jangan sertakan kolom barcode sama sekali dalam file ketika melakukan ini. Kolom tersebut hanya menampung satu kode, sehingga daftar kode tidak dapat dimasukkan ke dalamnya, dan menyertakannya berisiko menimpa kode yang sudah dipindai oleh SKU tersebut.
Karena alias ditambahkan, bukan diganti, pemetaan dalam jumlah besar dapat dibagi ke beberapa unggahan, satu lini produk sekaligus, dan sebuah file dapat dikoreksi serta dijalankan ulang tanpa membatalkan apa yang sudah berhasil diunggah sebelumnya.
7. Verifikasi
Unggahan melaporkan berapa banyak baris yang diproses, dan mencantumkan baris mana saja yang tidak dapat diproses.
Buka dua atau tiga SKU yang Anda perbarui dan konfirmasikan bahwa barcode kini muncul pada varian tersebut.
Pindai salah satu kode baru di meja pengepakan atau pada perangkat genggam dan konfirmasikan bahwa produk yang ditemukan sudah benar.
Jika sebuah baris ditolak, pesan akan menyebutkan SKU dan alasannya, sehingga dapat dikoreksi dan diunggah ulang secara terpisah.
8. Batasan dan Catatan Penting
Anda memerlukan akses penuh ke Produk agar opsi unggah dapat muncul. Pengguna hanya-baca tidak akan melihatnya.
Sebuah pengenal hanya dapat dimiliki oleh satu produk dalam satu waktu. Jika sebuah kode sudah ada di SKU lain, baris tersebut akan ditolak dan nama SKU yang memilikinya akan disebutkan, sehingga konflik harus diselesaikan sebelum kode tersebut dapat dipindahkan.
Baris yang ditolak hanya menghentikan dirinya sendiri. Setiap baris lain dalam file tetap diproses, sehingga sebuah file tidak perlu diunggah ulang seluruhnya.
Sel kosong tidak pernah menghapus sebuah nilai, dan mengunggah alias tidak pernah menghapus alias yang sudah ada. Menghapus sebuah pengenal harus dilakukan langsung pada produk tersebut.
Perangkat lunak spreadsheet menghapus nol di depan dari kolom mana pun yang dibacanya sebagai angka, yang secara diam-diam merusak baik SKU maupun barcode. Format kolom-kolom tersebut sebagai Teks sebelum menyimpan, atau edit file dalam editor teks biasa. GTIN sangat rentan terhadap hal ini, karena banyak yang diawali dengan nol.
Alias disimpan dalam bentuk terpangkas dan huruf kapital, sehingga kode yang hanya berbeda dalam hal spasi atau kapitalisasi diperlakukan sebagai kode yang sama dan digabungkan menjadi satu.
SKU dicocokkan tanpa memperhatikan kapitalisasi, sehingga SKU yang diketik dengan kapitalisasi berbeda dari yang tersimpan di katalog tetap dapat menemukan produknya.
Ketika sistem gudang mengisi katalog, sistem tersebut memasukkan GTIN miliknya ke dalam kolom barcode, dan sinkronisasi berikutnya dapat menimpa apa yang Anda unggah. Alias tidak diisi oleh sinkronisasi tersebut, yang menjadi alasan tambahan untuk menyimpan kode yang dipetakan di kolom alias.
9. Contoh Praktis
Sebuah merek pakaian yang membeli pakaian polos dalam jumlah besar menerimanya dalam karton yang labelnya masing-masing memiliki kode tersendiri untuk gaya, warna, dan ukuran tertentu, sementara merek tersebut menjual barang dengan satu SKU per ukuran. Ratusan kode karton harus merujuk ke selusin SKU ukuran.
Pengamatan | Pembacaan |
|---|---|
Ratusan kode karton, tetapi hanya selusin SKU untuk menerimanya. | Sekitar tiga puluh kode per ukuran, sehingga pemetaannya bersifat banyak ke satu dan sebaiknya dimasukkan ke kolom alias, bukan kolom barcode. |
Daftar yang diberikan memiliki satu kode per baris. | Daftar tersebut harus diubah menjadi satu baris per SKU, dengan kode untuk ukuran tersebut digabungkan menggunakan titik koma, sebelum dapat diunggah. |
Separuh SKU sudah memiliki barcode dan separuhnya tidak. | Memuat kode karton sebagai alias membiarkan kode yang sudah ada tidak berubah, yang tidak akan terjadi jika menggunakan kolom barcode. |
Tidak ada SKU yang memiliki alias sama sekali. | Tidak ada yang dapat ditimpa, sehingga unggahan dapat dilakukan secara bertahap, satu lini produk sekaligus. |
Pekerjaan ini pada dasarnya adalah mengubah bentuk daftar dari satu kode per baris menjadi satu baris per SKU, dan satu kali unggahan. Memindai label karton mana pun saat penerimaan kemudian akan menampilkan ukuran yang tepat, yang memang menjadi tujuan dari proses ini: gudang memindai apa yang tercetak di karton di depannya, bukan nama yang kebetulan digunakan oleh merek untuk item tersebut.
10. Dokumen Terkait
SWI-013 — Upload Product Bundles from a CSV
SWI-024 — Read and Configure Primary and Linked Variants